Menteri: Blogger Malaysia Pengecut
Menteri: Blogger Malaysia Pengecut
Fransiska Ari Wahyu - detikinet

Pengakses Internet Malaysia (AFP)
Kuala Lumpur - Penulis blog dianggap pengecut dan mengganggu partai yang berkuasa. Pendapat ini keluar bukan dari sembarang orang, tapi dari mulut seorang menteri di Malaysia.
Upaya partai oposisi di Malaysia untuk meraih dukungan dalam pemilu lewat blogging, terjegal oleh pemerintah. Pasalnya, pemerintah Malaysia akan mengawasi segala macam bentuk tulisan tentang kampanye pemilu yang dilakukan lewat blog.
Seperti dikutip detikINET dari AFP, Jumat (22/2/2008), Menteri Pemuda dan Olahraga, Azalina Othman, bahkan menyebut kalangan oposisi yang menggunakan blog untuk menyampaikan pesan mereka adalah pengecut dan pengganggu. "Mereka pikir bisa lepas begitu saja, padahal mereka juga diawasi," tukasnya.
Selama ini pemerintah telah mengontrol media-media mainstream, seperti koran, dan televisi, sehingga partai oposisi harus memutar otak untuk berkampanye lewat blog, sms dan Youtube. Kontrol pemerintah terhadap aktivitas blogging tentu akan menjadi batu sandungan bagi partai oposisi untuk menggalang dukungan.
Menurut lembaga pengamat media, Reporters Without Borders, Malaysia menduduki peringkat 124 dari 169 negara dalam indeks kebebasan pers dunia. Beberapa waktu lalu dua blogger Malaysia pernah dituntut surat kabar pemerintah karena dianggap telah mengeluarkan kritik pedas. Pemerintah juga mengeluarkan ancaman bahwa para blogger dapat dijatuhi hukuman tahanan tanpa ada masa percobaan.
Fransiska Ari Wahyu - detikinet

Pengakses Internet Malaysia (AFP)
Kuala Lumpur - Penulis blog dianggap pengecut dan mengganggu partai yang berkuasa. Pendapat ini keluar bukan dari sembarang orang, tapi dari mulut seorang menteri di Malaysia.
Upaya partai oposisi di Malaysia untuk meraih dukungan dalam pemilu lewat blogging, terjegal oleh pemerintah. Pasalnya, pemerintah Malaysia akan mengawasi segala macam bentuk tulisan tentang kampanye pemilu yang dilakukan lewat blog.
Seperti dikutip detikINET dari AFP, Jumat (22/2/2008), Menteri Pemuda dan Olahraga, Azalina Othman, bahkan menyebut kalangan oposisi yang menggunakan blog untuk menyampaikan pesan mereka adalah pengecut dan pengganggu. "Mereka pikir bisa lepas begitu saja, padahal mereka juga diawasi," tukasnya.
Selama ini pemerintah telah mengontrol media-media mainstream, seperti koran, dan televisi, sehingga partai oposisi harus memutar otak untuk berkampanye lewat blog, sms dan Youtube. Kontrol pemerintah terhadap aktivitas blogging tentu akan menjadi batu sandungan bagi partai oposisi untuk menggalang dukungan.
Menurut lembaga pengamat media, Reporters Without Borders, Malaysia menduduki peringkat 124 dari 169 negara dalam indeks kebebasan pers dunia. Beberapa waktu lalu dua blogger Malaysia pernah dituntut surat kabar pemerintah karena dianggap telah mengeluarkan kritik pedas. Pemerintah juga mengeluarkan ancaman bahwa para blogger dapat dijatuhi hukuman tahanan tanpa ada masa percobaan.
6 Langkah Membersihkan Varian Virus 'Perawan'
Tips & Trik
6 Langkah Membersihkan Varian Virus 'Perawan'
Dewi Widya Ningrum - detikinet
Jakarta - Virus Sang Perawan alias Dinda Dewi menyebar dengan menginjeksi file gambar JPG. Virus ini menyebabkan komputer yang terinfeksi menjadi berat.
Sang Perawan sudah menelurkan 2 varian. Varian pertama dikenali sebagai W32/Dewi.161081A, sedangkan varian keduanya dikenali sebagai VBTroj.GZH. Berikut langkah-langkah membersihkan varian virus Sang Perawan, dari keterangan tertulis yang diterima detikINET, Jumat (22/2/2008).
1. Putuskan hubungan komputer yang akan dibersihkan dari jaringan.
2. Disable "System Restore" selama proses pembersihan.
3. Matikan proses virus yang aktif di memori.
Untuk mematikan proses virus, Anda dapat menggunakan tools "Process Explorer", yang dapat di-download di sini.
Kemudian matikan proses virus yang mempunyai nama file berikut dengan icon JPEG Image (JPG):
Startup.exe
Svchost.exe
Spoolsv.exe

4. Hapus registri yang sudah dibuat oleh virus. Untuk mempermudah proses penghapusan silahkan copy script berikut pada Notepad kemudian simpan dengan nama REPAIR.INF. Jalankan file tersebut dengan cara:
Klik kanan REPAIR.INF
Klik Install
[Version]
Signature="$Chicago$"
Provider=Vaksincom
[DefaultInstall]
AddReg=UnhookRegKey
DelReg=del
[UnhookRegKey]
HKLM, Software\CLASSES\batfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\comfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\piffile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,"regedit.exe "%1""
HKLM, Software\CLASSES\scrfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon, Shell,0, "Explorer.exe"
HKLM, SYSTEM\ControlSet001\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, "cmd.exe"
HKLM, SYSTEM\ControlSet002\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, "cmd.exe"
HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, "cmd.exe"
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced\Folder\SuperHidden, UncheckedValue,0x00010001,1
[del]
HKLM, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, spoolsv.exe
HKLM, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, svchost.exe
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, spoolsv.exe
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, svchost.exe
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System, DisableRegistryTools
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System, DisableTaskMgr
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer, NoFolderOptions
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer, NOFind
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer, NORun
HKLM, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer, NoFolderOptions
HKLM, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer, NOFind
HKLM, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer, NORun
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\WinOldApp
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Group Policy Objects\LocalUser\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System, DisableRegistryTools
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Group Policy Objects\LocalUser\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System, DisableTaskMgr
HKLM, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Group Policy Objects\LocalUser\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System, DisableRegistryTools
HKLM, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Group Policy Objects\LocalUser\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System, DisableTaskMgr
HKLM, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System, DisableRegistryTools
HKLM, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System, DisableTaskMgr
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Network, NOPrintSharing
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\Advanced, Hidden
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\WinOldApp
5. Hapus file induk dan file duplikat yang dibuat oleh VBTroj.GYH atau dengan ciri-ciri:
Menggunakan icon JPEG Image (JPG)
Ukuran file 301 KB atau 96 (tergantung varian)
Type File "Application"
Untuk mempermudah proses pencarian file tersebut, sebaiknya gunakan fungsi "Search". Caranya:
Klik "Start" menu
Klik "Search"
Klik "for files or folders"
Pada layar "Search Results" klik "All files and Folders"
Pada kolom "All or part of the file name" isi dengan *.EXE
Pada kolom Look in, pastikan sudah di-set ke fix drive hard Disk Anda
Klik "What Size is it?"
- Pilih opsi “Specify size (in KB)
- Isi At Most
- Isi 302
Lalu klik "Search"
Jika ditemukan, hapus file duplikat dan file induk yang mempunyai ciri-ciri di atas.
6. Untuk mengembalikan file JPG yang sudah di injeksi oleh virus, Anda dapat menggunakan tools Hex Editor yang berfungsi untuk menghapus script yang sudah dibuat oleh virus tersebut. Langkah ini memang akan memakan waktu yang cukup lama karena Anda harus menghapus script tersebut per file karena saat ini masih belum ada tools yang dapat merepair file yang sudah di injeksi tersebut secara keseluruhan.
Silahkan download tools Hex Editor di sini.
Setelah program tersebut berhasil di install kemudian jalankan program tersebut dan lakukan langkah berikut:
Klik menu "File"
Klik "Open"
Kemudian pilih salah satu file JPG yang akan di perbaiki
Blok Script yang dimulai dari baris 00000000 – 00027530

Setelah script tersebut diblok, klik kanan dan pilih "CUT"
Setelah menghapus script tersebut pastikan pada baris 00000000 dimulai dengan huruf FF (ΓΏ).
6 Langkah Membersihkan Varian Virus 'Perawan'
Dewi Widya Ningrum - detikinet
Jakarta - Virus Sang Perawan alias Dinda Dewi menyebar dengan menginjeksi file gambar JPG. Virus ini menyebabkan komputer yang terinfeksi menjadi berat.
Sang Perawan sudah menelurkan 2 varian. Varian pertama dikenali sebagai W32/Dewi.161081A, sedangkan varian keduanya dikenali sebagai VBTroj.GZH. Berikut langkah-langkah membersihkan varian virus Sang Perawan, dari keterangan tertulis yang diterima detikINET, Jumat (22/2/2008).
1. Putuskan hubungan komputer yang akan dibersihkan dari jaringan.
2. Disable "System Restore" selama proses pembersihan.
3. Matikan proses virus yang aktif di memori.
Untuk mematikan proses virus, Anda dapat menggunakan tools "Process Explorer", yang dapat di-download di sini.
Kemudian matikan proses virus yang mempunyai nama file berikut dengan icon JPEG Image (JPG):
Startup.exe
Svchost.exe
Spoolsv.exe

4. Hapus registri yang sudah dibuat oleh virus. Untuk mempermudah proses penghapusan silahkan copy script berikut pada Notepad kemudian simpan dengan nama REPAIR.INF. Jalankan file tersebut dengan cara:
Klik kanan REPAIR.INF
Klik Install
[Version]
Signature="$Chicago$"
Provider=Vaksincom
[DefaultInstall]
AddReg=UnhookRegKey
DelReg=del
[UnhookRegKey]
HKLM, Software\CLASSES\batfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\comfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\piffile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,"regedit.exe "%1""
HKLM, Software\CLASSES\scrfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon, Shell,0, "Explorer.exe"
HKLM, SYSTEM\ControlSet001\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, "cmd.exe"
HKLM, SYSTEM\ControlSet002\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, "cmd.exe"
HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, "cmd.exe"
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced\Folder\SuperHidden, UncheckedValue,0x00010001,1
[del]
HKLM, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, spoolsv.exe
HKLM, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, svchost.exe
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, spoolsv.exe
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, svchost.exe
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System, DisableRegistryTools
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System, DisableTaskMgr
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer, NoFolderOptions
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer, NOFind
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer, NORun
HKLM, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer, NoFolderOptions
HKLM, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer, NOFind
HKLM, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer, NORun
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\WinOldApp
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Group Policy Objects\LocalUser\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System, DisableRegistryTools
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Group Policy Objects\LocalUser\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System, DisableTaskMgr
HKLM, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Group Policy Objects\LocalUser\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System, DisableRegistryTools
HKLM, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Group Policy Objects\LocalUser\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System, DisableTaskMgr
HKLM, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System, DisableRegistryTools
HKLM, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System, DisableTaskMgr
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Network, NOPrintSharing
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\Advanced, Hidden
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\WinOldApp
5. Hapus file induk dan file duplikat yang dibuat oleh VBTroj.GYH atau dengan ciri-ciri:
Menggunakan icon JPEG Image (JPG)
Ukuran file 301 KB atau 96 (tergantung varian)
Type File "Application"
Untuk mempermudah proses pencarian file tersebut, sebaiknya gunakan fungsi "Search". Caranya:
Klik "Start" menu
Klik "Search"
Klik "for files or folders"
Pada layar "Search Results" klik "All files and Folders"
Pada kolom "All or part of the file name" isi dengan *.EXE
Pada kolom Look in, pastikan sudah di-set ke fix drive hard Disk Anda
Klik "What Size is it?"
- Pilih opsi “Specify size (in KB)
- Isi At Most
- Isi 302
Lalu klik "Search"
Jika ditemukan, hapus file duplikat dan file induk yang mempunyai ciri-ciri di atas.
6. Untuk mengembalikan file JPG yang sudah di injeksi oleh virus, Anda dapat menggunakan tools Hex Editor yang berfungsi untuk menghapus script yang sudah dibuat oleh virus tersebut. Langkah ini memang akan memakan waktu yang cukup lama karena Anda harus menghapus script tersebut per file karena saat ini masih belum ada tools yang dapat merepair file yang sudah di injeksi tersebut secara keseluruhan.
Silahkan download tools Hex Editor di sini.
Setelah program tersebut berhasil di install kemudian jalankan program tersebut dan lakukan langkah berikut:
Klik menu "File"
Klik "Open"
Kemudian pilih salah satu file JPG yang akan di perbaiki
Blok Script yang dimulai dari baris 00000000 – 00027530

Setelah script tersebut diblok, klik kanan dan pilih "CUT"
Setelah menghapus script tersebut pastikan pada baris 00000000 dimulai dengan huruf FF (ΓΏ).
Labels:
Tips
Microsoft Beberkan Rahasia Softwarenya
Microsoft Beberkan Rahasia Softwarenya
Fino Yurio Kristo - detikinet

CEO Microsoft, Steve Ballmer (microsoft)
San Francisco - Tak biasanya Microsoft akur dengan pengembang software open source. Raksasa bisnis komputer ini menyatakan, akan membuka informasi teknis dari sebagian software produksinya untuk memudahkan pengembang open source memanfaatkannya secara gratis.
"Tujuannya untuk mempromosikan interoperabilitas yang lebih besar serta kesempatan bagi konsumen dan pengembang. Hal ini dilakukan dengan membuat produk kami lebih terbuka dan membagi informasi mengenai teknologinya,' ungkap CEO Microsoft, Steve Ballmer.
Microsoft memaparkan, akan membeberkan beberapa detail kode-kode teknis dari software populernya seperti Office 2007 dan sistem operasi Windows Vista. Microsoft memposting sekitar 30.000 halaman mengenai informasi protokol softwarenya secara online yang sebelumnya dirahasiakan, sehingga bisa diakses mereka yang membutuhkannya.
Steve Ballmer menambahkan, Microsoft tak akan lagi menempuh langkah hukum untuk menggugat developer open source jika mereka hendak memanfaatkan keterbukaan software ini untuk tujuan non-komersial. Sebelumnya, Microsoft sering menggugat pengembang open source dengan tuduhan pelanggaran hak cipta.
Tentu saja, langkah Microsoft ini ada latar belakangnya. Seperti dikutip detikINET dari AFP, Jumat (22/2/2008), tindakan ini dilakukan setelah Komisi Eropa berulangkali menginvestigasi Microsoft atas tuduhan monopoli bisnis. Menurut Microsoft, mereka akan melakukan langkah yang diperlukan untuk memenuhi hukum di Eropa.
Meski demikian, Komisi Eropa yang pernah mendenda Microsoft karena dinilai bersalah memanfaatkan dominasinya di pasaran, tampaknya tak begitu terkesan. "Pengumuman ini tak ada kaitannnya dengan pertanyaan apakah Microsoft telah memenuhi aturan hukum Eropa atau tidak," demikian pernyataan mereka. ( fyk / fyk )
Fino Yurio Kristo - detikinet

CEO Microsoft, Steve Ballmer (microsoft)
San Francisco - Tak biasanya Microsoft akur dengan pengembang software open source. Raksasa bisnis komputer ini menyatakan, akan membuka informasi teknis dari sebagian software produksinya untuk memudahkan pengembang open source memanfaatkannya secara gratis.
"Tujuannya untuk mempromosikan interoperabilitas yang lebih besar serta kesempatan bagi konsumen dan pengembang. Hal ini dilakukan dengan membuat produk kami lebih terbuka dan membagi informasi mengenai teknologinya,' ungkap CEO Microsoft, Steve Ballmer.
Microsoft memaparkan, akan membeberkan beberapa detail kode-kode teknis dari software populernya seperti Office 2007 dan sistem operasi Windows Vista. Microsoft memposting sekitar 30.000 halaman mengenai informasi protokol softwarenya secara online yang sebelumnya dirahasiakan, sehingga bisa diakses mereka yang membutuhkannya.
Steve Ballmer menambahkan, Microsoft tak akan lagi menempuh langkah hukum untuk menggugat developer open source jika mereka hendak memanfaatkan keterbukaan software ini untuk tujuan non-komersial. Sebelumnya, Microsoft sering menggugat pengembang open source dengan tuduhan pelanggaran hak cipta.
Tentu saja, langkah Microsoft ini ada latar belakangnya. Seperti dikutip detikINET dari AFP, Jumat (22/2/2008), tindakan ini dilakukan setelah Komisi Eropa berulangkali menginvestigasi Microsoft atas tuduhan monopoli bisnis. Menurut Microsoft, mereka akan melakukan langkah yang diperlukan untuk memenuhi hukum di Eropa.
Meski demikian, Komisi Eropa yang pernah mendenda Microsoft karena dinilai bersalah memanfaatkan dominasinya di pasaran, tampaknya tak begitu terkesan. "Pengumuman ini tak ada kaitannnya dengan pertanyaan apakah Microsoft telah memenuhi aturan hukum Eropa atau tidak," demikian pernyataan mereka. ( fyk / fyk )
Terlalu Percaya GPS, Mobil Tersesat dan Tertabrak Kereta
Terlalu Percaya GPS, Mobil Tersesat dan Tertabrak Kereta
Annisa M. Zakir - detikinet

New York - Alat penerima GPS (Global Positioning System) memang berguna untuk memandu arah alat transportasi. Dengan menggunakan sinyal satelit, GPS banyak digunakan alat transportasi sebagai penunjuk arah. Namun, tak seharusnya pengguna terlalu percaya GPS sampai tak menggunakan akalnya.
Hal apes terjadi kepada seorang teknisi komputer, Bo Bai, asal Sunnyvale, California, Amerika Serikat (AS). Bo Bai harus mengganti rugi ratusan ribu dolar karena ulah GPS-nya.
Bermula ketika Bo Bai membawa mobil pinjamannya dengan menggunakan petunjuk GPS di Bedford Hills, New York. Tiba-tiba suara GPS memerintahkan Bai untuk belok ke arah rel kereta api. Rupanya, Bo Bai begitu percaya dengan teknologi modern GPS sehingga jadi kehabisan akal. Tak berpikir logis, Bo Bai pun membelokkan diri ke arah rel kereta.
Mobil tersebut lantas tersangkut di rel dan tak bisa digerakkan saat kereta api akan melintas. Bai menyelamatkan dirinya namun membiarkan mobil tersebut di atas rel sesaat sebelum kereta api yang membawa 500 penumpang menyeret mobil tersebut dengan kecepatan 60 km/jam.
"Dia memang sempat melambaikan tangan meminta kereta api berhenti. Namun hal tersebut jelas tak akan efektif dalam melambatkan kereta," jelas pembicara perusahaan jasa kereta api Metro-North, Dan Brucker, seperti dikutip detikINET dari Journalnews, Sabtu (5/1/2008).
Karena insiden ini, sekitar 10.000 penumpang kereta harus menunggu berjam-jam karena delay. Bai akan dituntut membayar ganti rugi kerusakan kereta dan rel, serta mobil sewaannya dengan perkiraan ratusan ribu dolar.
Apes..apes! ( amz / dwn )
Annisa M. Zakir - detikinet

New York - Alat penerima GPS (Global Positioning System) memang berguna untuk memandu arah alat transportasi. Dengan menggunakan sinyal satelit, GPS banyak digunakan alat transportasi sebagai penunjuk arah. Namun, tak seharusnya pengguna terlalu percaya GPS sampai tak menggunakan akalnya.
Hal apes terjadi kepada seorang teknisi komputer, Bo Bai, asal Sunnyvale, California, Amerika Serikat (AS). Bo Bai harus mengganti rugi ratusan ribu dolar karena ulah GPS-nya.
Bermula ketika Bo Bai membawa mobil pinjamannya dengan menggunakan petunjuk GPS di Bedford Hills, New York. Tiba-tiba suara GPS memerintahkan Bai untuk belok ke arah rel kereta api. Rupanya, Bo Bai begitu percaya dengan teknologi modern GPS sehingga jadi kehabisan akal. Tak berpikir logis, Bo Bai pun membelokkan diri ke arah rel kereta.
Mobil tersebut lantas tersangkut di rel dan tak bisa digerakkan saat kereta api akan melintas. Bai menyelamatkan dirinya namun membiarkan mobil tersebut di atas rel sesaat sebelum kereta api yang membawa 500 penumpang menyeret mobil tersebut dengan kecepatan 60 km/jam.
"Dia memang sempat melambaikan tangan meminta kereta api berhenti. Namun hal tersebut jelas tak akan efektif dalam melambatkan kereta," jelas pembicara perusahaan jasa kereta api Metro-North, Dan Brucker, seperti dikutip detikINET dari Journalnews, Sabtu (5/1/2008).
Karena insiden ini, sekitar 10.000 penumpang kereta harus menunggu berjam-jam karena delay. Bai akan dituntut membayar ganti rugi kerusakan kereta dan rel, serta mobil sewaannya dengan perkiraan ratusan ribu dolar.
Apes..apes! ( amz / dwn )
Langganan:
Postingan (Atom)
